Kamis, 11 Juli 2019

Degradasi Moral Pada Zaman Kali menurut Hindu






Gusmangrasta -  Agama Hindu adalah agama tertua yang ada di muka bumi ini. dikatakan demikian karena ajarannya yang akan terus relevan mengikuti perkembangan zaman sampai kapanpun. dalam ajarannya Hindu selalu mengutamakan kedamaian kepada setiap umatnya, serta mengamalkan ajarannya dengan mempersembahan apapun isi alam semesta kepada Tuhan dengan perasaan yang tulus ikhlas.
dalam ajaran Hindu mahaluk ciptaan tuhan digolongkan menjadi tiga bagian yaitu
Ekapramana (tumbuhan) "bayu" hidup
Dwipramana (binatang) "sabda + bayu" bicara dan hidup
Tripramana   (manusia) "sabda + bayu + Idep" bicara + hidup+ pikiran
manusia yang memiliki pikiran (idep) maka kita sangat di haruskan untuk menghargai sesama ciptaanya dengan perasaan cinta kasih.

Dalam Ajarannya Hindu terdapat sangat banyak konsep yang harus dijadikan pedoman dalam membentuk karakter dan prilaku manusia agar selaras dengan adab sehingga manusia akan tetap memiliki budhi luhur yang selalu berbakti serta selalu ingat akan keberadaannya didunia ini adalah karena Tuhan sebagai sang pencipta. ajaran Hindu juga mengajarkan bahwa kita hidup didunia ini hanya bersifat sementara, karena pada dasarnya semua mahluk yang hidup pasti mati.
Menurut Hindu ada 4 masa yang akan terus berganti mengikuti perkembangan alam semesta diantaranya adalah :
1. Kertayuga merupakan zaman kedamaian, pada masa ini tidak ada prilaku atau perbuatan adharma walau hanya dalam pikiran. (manusia patuh terhadap ajaran" agama dan berbakti terhadap Tuhan).
2. Tertayuga merupakan masa kedua pada catur yuga, pada masa ini manusia mualai dikotori oleh suatu kejahatan untuk menghancurkan manusia lainnya.
3. dwaparayuga merupakan masa ketiga pada catur yuga yang mana pada masa ini manusia sudah mulai berwatak dua artinya pada masa ini manusia memiliki sebagian kebaikan dan sebagiannya lagi adalah kejahatan.
4. kali yuga ditinjau dari arti katanya merupakan masa kebalikan dari kertayuga . oleh karna itu pada masa ini kita akan banyak melihat prilaku manusia yang tidak bermoral, tidak beradap, dan tidak lagi mengutamakan kebaikan.



ciri zaman kali yuga dalam kitab bhagawata purana
1.       dalam bhagavata purana 12.3.25 menyatakan bahwa prilaku manusia cenderung akan semakin rakus, berprilaku jahat, tidak lagi ada belas kasihan terhadap orang lain. bertengkar dengan orang lain tanpa alasan yang jelas. diliputi keinginan material dengan cara apapun(curang,licik) mayoritas tergolong sudra, serta tidak beradab.
2.       bhagavata purana 12.3.30 menyatakan bahwa prilaku orang-orang suka melakukan kegiatan tipu menipu,berbohong,malas dalam hal kerohanian, banyak tindak kekerasan, kebingungan, ksecemasan, ketakutan dan kemiskinan merajalela.
3.       dalam bhagavata purana 12.2.1 bahwa pada zaman kali yuga Dharma ( agama) dan keempat prisnsipnya yaitu (satyam) kejujuran, (saucam)kesucian diri,(ksama) kesabaran,(daya) kasih sayang, akan merosot dari hari kehari karena pengaruh buruk kali yuga.



karena banyak konsep Hindu yang dapat kita jadikan pedoman dalam membentuk prilaku baik, bagian inilah yang menjadi acuan dasar setiap orang tua dalam mendidik anak anaknya dengan harapan agar memiliki prilaku yang baik.
Ajaran Hindu yang dapat kita jadikan acuan dalam membentuk prilaku diantaranya adalah :
1. Trikayaparisudha
·         Berfikir yang baik (manacika)
·         Berkata yang baik (wacika)
·         Berbuat yang baik (kayika)





Tri kaya parisuda adalah Ajaran hindu yang sangat sistematik dalam membentuk prilaku yang baik. pada dasarnya semua perkataan dan perbuatan diawali oleh proses berfikir yang memberikan stimulus responsif untuk mengerakan organ organ manusia seperti bibir, tangan, kaki dan organ lainnya. maka dari itu sebelum melontarkan kata kata sebaiknya kita menyaring kata kata tersebut dalam pikiran apakah ketika diucapkan kata tersebut akan menyinggung atau menyakiti perasaan otang lain atau tidak. kemudian "dalam berbuat" sebelum kita berbuat sesuatu tentu kita harus saring perbuatan tersebut dalam pikiran yang mana tujuannya adalah dapat mempertimbangkan perbuatan kita agar tidak berakibat celaka seperti melukai diri sendiri atau orang lain.


2. Sapta timira berasal dari bahasa sanskerta yang terdiri dari dua suku kata "sapta" berati Tujuh"timira" berarti Kegelapan,Suram,Awidya. sapta timira adalah tujuh kegelelapan/ unsur yang menyebabkan pikiran menjadi gelap dan mabuk. Dalam kitab kekawin niti sastra dinyatakan 7(tujuh) unsur yang dapat menyebabkan seseorang menjadi mabuk diantaranya adalah:

·        surupa (kecantikan atau ketampanan ) merupakan anugarah Sang Hyang Widhi berikan kepada seseorang sejak lahir, anugrah tersebut seharusnya diimbangi dengan prilaku positif yang dapat mengangkat nalai positif mereka. namun yang terjadi pada zaman kaliyuga sekarang ini adalah banyak prilaku perempuan cantik yang melakukan tindak adharma dengan cara menjual dirinya hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan biologisnya.
·        Dhana (berarti memiliki kekayaan), dalam memperoleh dhana hendaknya kita lakukan dengan usaha dan kerja keras yang diiringi dengan banyak berdoa kehadapan Tuhan. yang terjadi saat ini adalah banyak orang memperoleh kekayaan dengan cara yang licik dan curang seperti korupsi dan hal terkonyolnya lagi adalah dengan cara mendatangi makam keramat untuk ritual (Pesugihan)
·       guna (kepandaian) kepandaian merupakan sebuah hasil dari karma kita selama proses brahmacari"mengenyam ilmu pendidikan, itu juga merupakan anugrah yang Tuhan berikan karena kerja keras dan usaha kita. namun dawasa ini sangat banyak terjadi suatu tindak prilaku adharma yang menggunakan kepandaiannya untuk menipu orang lain seperti calo tiket pesawat, jual beli rumah, investasi dan masih banyak lagi modus penipuan karena kepandaiannya dalam mengolah kata agar dapat membuat korbannya mudah percaya begitu saja.
·        kulina(keturunan) keturunan memang sangat menentukan berasal dari keluarga manakah seseorang, bisa dari golongan raja,artis,pejabat dll. tapi dangan hal ini keturunan juga dapat menyebabkan dalam masalah jika mengakui keturunan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. masalah yang terjadi saat ini adalah seseorang mengakui bahwa dirinya keturunan raja yang masih harus dipertanyakan diamana kerajaan dan sisilah garis keturunannyapun harus diamati kembali untuk membuktukan kebenarannya. initinya seseorang mengakui sebagai keturunan seorang raja atau orang berpengaruh  hanya untuk mendapat penghormatan terhadap orang lain disekitarnya.
·       yohana (masa remaja) pada masa ini hendaknya kita selalu dalam lingkungan yang postif seperti melakukan aktifitas keagamaan. pada masa kaliyuga ini para remaja akan mudah bergejolak pikirannya, sehingga hal tersebut harus di pertimbangkan kembali agar tidak mempengaruhi prilakunya kearah yang baik atau buruk. prilaku pada masa remaja sangat di tentukan oleh lingkungan luar karena sa remaja pikirannya dapat dengan mudah untuk ingin tau suatu hal tanpa menilai sifat baik/buruknya hal tersebut.
·        sura (minuman keras) dalam upacara agama hindu minuman keras selalu di persembahkan kepada bhuta kala dengan makna agar sang bhuta tidak lagi mengganggu proses jalannya upacara yang sedang dilaksanakan. namun pada zaman kaliyuga diindonesia sekarang ini banyak anak anak muda yang mulai terpengaruh budaya luar negri yang suka kumpul dan berpesta minuman keras yang mana sebagian besar dari mereka sadar betul bahwa minuman tersebut berbahaya bagi kesehatannya.


Sangat banyak ajaran hindu yang mengulas tentang hal yang dapat kita jadikan acuan berprilaku baik dalam kehidupan pada zaman kali yuga sekarang ini, pentingnya mengelola prilaku kita saat ini adalah upaya untuk membiasakan diri kita agar tidak mudah terpengaruh dengan orang lain yang tidak patut dicontoh. Tampak jelas bahwa zaman kali yuga ini etika dan moral tidak lagi tercermin, terutama pada anak remaja milenial yang memiliki prilaku seperti binatang liar akibat terlalu bebasnya bergaul dikota kota besar dengan kelompok yang salah. bahkan mereka lebih extrim dan brutal memperlakukan orang lain yang berada di luar kelompoknya tanpa rasa kasihan dan rasa berasalah. ada konsep hindu yang menjelaskan bahwa sebagai manusia kita hendaknya harus merangkul anatara satu dengan yang lain, karena agama hindu menganggap semua mahluk adalah satu kesatuan keluarga besar yang sama sama memiliki tujuan hidup yang sama yaitu untuk melayani tuhan yang bersemayam dalam diri sendiri/mahluk lainnya yang lebih rendah. Tat Twam Asi adalah sebuah ajaran yang menekankan kepada semua manusia bahwa kita semua bersaudara atau sama dengan istilah yang biasa digunakan oleh orang maluku( suku ambon) katong basudara.
Panca Yama Brata adalah suatu prilaku hidup positif yang sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mengendalikan dan mengarahkan kita menuju kebaikan dan kebenaran. berikut pembagian dan pembahasan dari panca yama brata.



1.       Ahimsa ( tidak menyakiti,menyinggung, membunuh, orang lain dengan perkataan atau perbuatan yang dapat menyiksa mahluk lain) beberapa waktu lalu atau bahkan sekarang masih banyak kabar mengenai gengster yang ada dikawasan DKI Jakarta, beberapa diantaranya masih berusia di bawah umur. mereka hanyalah korban dari pergaulan yang secara sengaja atau tidak membuat mereka terpaksa ikut bergabung kedalamnya tentu saja semua itu terjadi karena kurangnya pendidikan moral yang diberikan oleh pihak guru serta kurangnya pengontrolan guru bagaimana prilaku siswanya sekolah. peranan orang tua juga sangat penting untuk membina anaknya agar prilakunya tidak menyimpang seperti meneror masyarakat dengan senjata tajam berupa parang,celurit,samurai dll. hal tersebut adalah bukti ketidak mampuan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak anak merka, kurangnya perhatian dan ketegasan dalam menerapkan disiplin pada anak sejak usia dini.




2.       Brahmacari (tekun dan rajin menimba ilmu pengetahuan dan teknologi) pentingnya memberikan pelajaran kepada anak pada zaman kaliyuga ini sangat penting, karena orang tua juga seharusnya dapat melihat perkembangan pola pikir anak mereka sudah sejauh mana kedewasaan anak sangat berefek kepada prilakunya suatu saat, dengan begitu anak akan mudah dalam membedakan mana hal yang baik dan tidak baik untuk di lakukan.

3.       Satya ( kesetiaan,kejujuran, ketaatan, kebenaran) kejujuran adalah kunci utama untuk bisa sukses dalam mencapai apa yang kita inginkan. terutama pada zaman kalyuga ini mencari seseorang yang pintar banyak! tapi mencari yang jujur sangat jarang sekali kita temukan oleh karena itu orang tua hendaknya selalu melatih kejujuran anak mereka. caranya sebagai contoh membiarkan uang tergeletak ditempat yang sering dilewatinya ketika uang hilang orang tua pun juga harus tegas dengan memberikan hukuman yang membuat dia kapok dan tidak ingin melakukan perbuatannya lagi.


4.       Awyawaharika (tidak adanya keterikatan terhadap dunia material)hal lah yang seharusnya dilakukan oleh orang tua sekarang! sisi positifnya adalah agar anak dapat lebih fokus dalam menimba disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi apa yang dilakukan orang tua sekarag lebih menyuguhkan teknologi seperti gadget kepada anaknya bahkan tidak jarang anak anak balitapun menjadi korban orang tuannya dengan alasan agar tidak rewel padahal dampaknya fatalnya akan mempengaruhi perkembangan otaknya.

5.       Asteya (tidak melakukan pencurian) pada masa pendidikan peranan guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap anak anak mereka. mendidik moral mereka dan membentuk nilai dalam diri mereka yang suatu saat akan mereka jual menjadi bakat kompetensi mereka yang dapatkan dari pendidikan.


               


Nama Ida Bagus Komang persada
Nim : 1609.10.0043
Semester 6
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Tugas UAS jurnalistik
Dosen Pengempu :
Yan Mitha Djaksana, S.KOM.,M.Kom





sumber:

https://hindualukta.blogspot.com › Pendidikan
https://hindualukta.blogspot.com/2018/07/ciri-ciri-zaman-kali-yuga-menurut-kitab.html
https://dharmadefender.wordpress.com/2010/05/20/panca-yama-bratha/
https://paduarsana.com/2012/08/08/empat-zaman-dalam-hindu-catur-yuga/


Degradasi Moral Pada Zaman Kali menurut Hindu

Gusmangrasta -  Agama Hindu adalah agama tertua yang ada di muka bumi ini. dikatakan demikian karena ajarannya yang akan terus rel...